Awardee LPDP PKU-MI Warnai Masjid At-Thahir Los Angeles

Los Angeles - Sedikit berbeda dengan biasanya, rombongan Short Course LPDP PKU-MI di UCR kali ini memanfaatkan momen week end pada akhir ramadhan 1445 H. dengan menempuh jarak yang lebih jauh menuju kota Los Angeles untuk menjajal secara langsung keindahan bangunan Masjid At-Thahir serta ikut mengalami langsung suasana I’tikaf di dalamnya.

Sebuah masjid  yang saat ini cukup santer menjadi destinasi religi bagi warga muslim Indonesia di Amerika Serikat. Sebuah masjid megah di tengah kota Los Angeles di bawah pengelolaan Indonesia Muslim Foundation (IMFO).

Sabtu siang , 06 April 2024 rombongan tiba di Masjid At-Thahir mendapati suasana masjid yang masih lengang. Barulah setelah shalat Ashar, satu persatu jamaah berdatangan termasuk sekian unsur pengelola. Melalui serangkaian perkenalan singkat akhirnya suasana silaturahim mulai mencair dan para peserta Short Course LPDP membaur dengan hiruk-pikuk jamaah yang sedang mengatur persiapan buka puasa bersama di halaman sekitar masjid.

Pengakuan salah seorang pengurus Masjid At-Thahir, sejatinya kedatangan teman-teman peserta Short Course untuk bertandang ke IMFO telah ditunggu-tunggu. Setidaknya setelah kedatangan Imam Besar Istiqlal Jakarta mengisi salah satu kegiatan keagamaan dan juga berdasarkan informasi dari Bapak Konsulat Jenderal (KONJEN) RI di Los Angeles.

Suasana buka puasa yang sangat khas Indonesia tersaji dengan begitu meriah, sarat dengan rasa keakraban dan kekeluargaan yang begitu kental mendorong animo jamaah untuk datang bersama-sama ke tempat ini. 

Selain itu didukung pula kesiapan panitia dalam menghidangkan berbagai penganan khas nusantara dengan begitu lengkap mulai dari makanan pembuka hingga penutup.

Kehadiran para peserta Short Course semakin mewarnai kesyahduan buka bersama di Masjid At-Thahir tepatnya malam ke 28 Ramadhan kali ini. Tidak sekedar datang menjadi tamu yang dijamu, melainkan ikut berbaur dan mengambil bagian dalam setiap momen tersebut.

Beberapa orang dari awardee LPDP ini-pun kemudian didaulat mengisi berbagai peran acara buka puasa hingga tarawih, qiyamullail hingga taushiah dan shalat subuh berjamaah.

Seluruh rangkaian kegiatan-pun benar-benar diwarnai oleh para awardee LPDP yang hadir, mulai Muazzin magrib penanda berbuka oleh Ust. Muhammad Amri, Imam Magrib oleh Ustadz Kopri Nurzen, Muazzin Isya oleh Ust. Yusuf, Imam Isya oleh Ust. Muhammad Amri, Imam Tarawih oleh Ust. Dahrul Muftadin; Ust. Farit Afrizal, Imam Qiyamullail oleh Ust. Kopri; Ust. Dahrul; Ust. Farit, Muazzin Subuh oleh Ust. Darlis, Imam Subuh oleh Ust. Muhammad Amri, dilengkapi Taushiyah ba’da Subuh oleh Ust. Kurdi Fadal. 

Meski didominasi oleh para awardee, kolaborasi dengan para petugas yang telah terjadwal-pun tetap berjalan yaitu ceramah untuk kalangan pemuda (youth) antara menjelang Isya, ceramah dalam bahasa Inggris oleh Ust. Ahmad Honest al-Qashidi, dan Kajian sejarah Islam oleh Ust. Dr. Ahmad Faris BQ yang didatangkan dari Jakarta-pun terselenggara dengan lancar.

Suasana yang terbangun dalam setiap rangkaian tersebut-pun sangat cair dan kental dengan nuansa religi yang begitu dalam.  Suasana santai dan nostalgia bersama Imam Masjid At-Thahir pun tidak luput terselenggara setelah pelaksanaan shalat tarawih usai, Ustadz Said selaku Imam utama begitu bahagia dan hanyut dalam nostalgia mengenang masa indah beliau menuntut ilmu di Pakistan dan Mesir yang selanjutnya membawanya ke Amerika, menjadi pelajaran hidup begitu berarti bagi para awardee. Sebuah momen indah yang Ramadhan 1445 H. yang semoga menjadi berkah tersendiri pada waktu dan kesempatan yang berharga.

Category