Jakarta - Di tengah derasnya arus digitalisasi, Indonesia menghadapi
paradoks besar. Yakni, menjadi bangsa yang terkoneksi, tetapi kehilangan
kendali atas ruang komunikasinya sendiri.
Seperti kapal besar yang mesinnya dikendalikan pihak asing, mayoritas interaksi digital masyarakat kini bergantung pada platform global dari media sosial hingga kecerdasan
buatan.





