BENGKULU – Polres Kepahiang menggelar Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) sebagai simulasi kesiapan menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di wilayah hukum Polres Kepahiang.
Kegiatan yang berlangsung di Mako Polres Kepahiang, Kamis (1/10/2026), melibatkan personel Polres dan Polsek jajaran serta mendapat supervisi dan asistensi dari Polda Bengkulu.
Dalam simulasi tersebut, skenario dimulai dari kericuhan di TPS akibat ketidakpuasan massa terhadap proses pemungutan suara, kemudian berkembang menjadi aksi unjuk rasa di Kantor Dinas PMD Kabupaten Kepahiang hingga terjadi tindakan anarkis.
Personel kepolisian merespons secara bertahap melalui pendekatan humanis dan negosiasi, sebelum melakukan pengendalian massa sesuai tahapan Sispamkota. Unsur Dalmas, Raimas, Satlantas, Dokkes, Reskrim hingga Inafis dilibatkan untuk memastikan setiap fungsi mampu menjalankan perannya.
Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan simulasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel menghadapi berbagai kemungkinan situasi saat Pilkades berlangsung.
“Latihan ini untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan perannya masing-masing, mampu berkoordinasi dengan baik, serta tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menghadapi setiap dinamika di lapangan,” ujar AKBP Yuriko.
Dalam kegiatan tersebut, tim supervisi Polda Bengkulu juga memberikan sejumlah arahan, antara lain pentingnya ketajaman informasi intelijen, kejelasan tugas setiap personel, pengendalian emosi, komunikasi dengan massa, kelengkapan perlengkapan Dalmas serta kesiapan seluruh fungsi kepolisian.
“Yang paling penting adalah bagaimana setiap tahapan dapat dikendalikan dengan baik. Kita tidak hanya menyiapkan kekuatan, tetapi juga memastikan komunikasi, koordinasi dan langkah penanganan berjalan sesuai prosedur,” tambahnya.
- Log in to post comments





